Minggu, 23 Juni 2019

SEBUAH PESAN TERSEMBUNYI

SEBUAH PESAN TERSEMBUNYI

Suasana yang aku rindukan akhirnya tiba, sambil belajar menata hati, menata hidup dan menata fikiran. Aku belajar dari mereka yang mampu melewati hidup dengan penuh kesabaran, dengan penuh rasa tenang, penuh keikhlasan hati dan berpikir sebelum bertindak. Di tengah perjuangan yang berliku tentu kita harus tahu apa yang harus kita perbuat. Bagaikan buih yang mengalir bersama air yang selalu ikut kemanapun air itu mengalir. Memang sulit menghadapi hadangan  badai disaat hati merasa tak mampu melanjutkan perjuangan, hanya niat dan semangat yang mampu mengembalikan ingatan kita untuk apa kita berjuang. Biarkan mereka mencaci kita karena kita juga butuh mereka untuk mengevaluasi dan mengingatkan kita, sudah bijakkah kita melangkah. 
Tak perlu mengeluarakan uang banyak untuk tetap tersenyum, cukup mensyukuri apa yang sudah ada dan memaksimalkan. Tak perlu takut untuk melangkah karena kita sudah mampu untuk bertahan mengahdapi kenyataan. Kita cukup yakin untuk melangkah karena kita tahu apa yang akan terjadi, karena kita adalah generasi penerus dan penentu masa depan. Sudah saatnya kita berlari, berjuang demi masa depan. Jangan takut musuh yang datang, mereka akan jadi penyemangat kita dalam menggapai impian. Yang perlu kita lakukan hanya ikhlas dalam melangkah.

Perlu digaris bawahi kita hidup untuk kehidupan yang baik di masa depan, jadi jangan sia-siakan harimu disaat mempunyai waktu luang, isilah dengan kegiatan yang bermanfaat. Tidak tahu kapan kita akan hilang dari dunia yang penuh kepalsuan, kita adalah mahkluk yang punya fikiran. Untuk apa kita punya fikiran kalo tidak digunakan. Ungkapkan apa yang ada dalam hatimu, teriakkan apa yang ingin kamu sampaikan, karena mereka tidak mau mendengar dengan kita yang pasif. Karena mereka hanya mau mendengarkan kita kalau kita sudah terkena konsekuensinya.

Sudahlah kita tak perlu berteriak untuk mengekspresikan diri kita, cukup luangkan waktu untuk membaca untuk menambah luasnya ilmu dalam pengetahuan kita. Dinilai dari kehidupan ilmu memegang peranan penting dalam kahidupan kita, soal ilmu memang kerap di sandingkan dengan guru. Ilmu yang baik pasti kelak akan bermanfaat untuk kehidupan masa depan, ilmu yang salah akan menyusahkan kita. Dan kita tidak perlu melahap semua ilmu yang diberikan guru kita, cukup pakai yang benar dan paling penting, karena tidak semua ilmu berguna untuk masa depan kita. Jadi kita harus tahu mana ilmu yang harus kita lahap dan mana ilmu yanh harus kita muntahkan.

Ciptakan dunia yang baru, dunia penuh dengan kebijakan-kebijakan yang mengarahkan kita ke jalan kebenaran. Yang akan menuntun kita ke dalam dunia yang layak dihuni. Yang harus  kita lakukan hanya satu, yaitu belajar, belajar, dan belajar.
Sudah siapkah kamu dengan persaingan di dunia yang baru???

Bogang kuliah
Tulungagung,14 Desember 2015

Sabtu, 22 Juni 2019

BERHAK

BERHAK

Rasanya campur aduk bila melihat sesuatu yang jelas – jelas terbukti benar, yang sudah didukung peryataan yang benar, ditambah dengan hasil riset dan pembuktian-pembuktian yang memang mengarahkan ke tempat yang benar. Namun yang aneh masih ada sebagian kurang paham dan kurang sadar dengan kejelasan yang sudah sangat jelas. Seperti suatu sekolah ataulah lembaga pendidikan, di tahun ajaran baru berlomba dalam menjaring siswa baru. Seribu cara malah satu juta cara telah di lakukan, metode apa saja sudah di terapkan. Al hasil sekolah itu akhirnya mendapatkan apa yang di cita-citakan. Namun yang jadi masalah adalah  persepsi kita terhadap pendidikan itu sendiri, pendidikan sendiri secara umum adalah menambah suatu nilai, baik itu pengetahuan, akhlak, kreativitas, keahlian, hobi, dan lainya. Lembaga pendidikan yang ini adalah sudah dikenal di wilayahnya. Sudah cukup prestasi yang didapatkan, out put yang di keluarkan juga banyak yang bermutu. Tapi di dalam prosesnya banyak yang mengeluhkan suatu sistem yang notabene adalah pekerjaan rumah yang tak pernah terseleseikan dan tak pernah mau dimengerti.

Pengumuman yang ditempel di mading sekolah itu contohnya. Dalam penjaringan siswa, sekolah tersebut tak pernah menargetkan model siswa yang cerdas yang harus diterima, yang bodo, atau kurang cerdas silahkan mencari sekolah lain. Saya sangat bersyukur, dan setuju sekali dengan konsep itu. Jelas karena mereka punya hak mendapat pendidikan yang seimbang, tidak dibeda-bedakan, atau di golong-golongkan, malahan ada sekolah yang membuat blok-blok siswa, blok siswa cerdas, dan blok siswa kurang cerdas. Nama siswa tertulis di kertas, nampaknya akan ada yang kecewa dan ada pula yang bahagia setelah melihat pengumuman itu. Tapi alhamdulillah tidak ada rasa kecewa, ada rasa bahagia dan bimbang, ada yang ragu. Bukan hanya yang mempunyai nama yang seperti itu, tapi juga yang melahirkannya juga ikutan bahagia, ikut ragu, ikut bingung. Bahagia sudah diterima, ragu apakah anaknya mampu beradaptasi, dan bingung apakah mampu calon wali murid membayar biaya daftar ulang?. Persoalan klasik yang selalu muncul dalam hati para calon wali murid baru.

Siapapun menginginkan siswa yang cerdas, siswa yang berprestasi. Tampaknya kelak akan ada yang kecewa, emosi, dan paling parah mengumpat di hadapan siswa. Karena didalam proses pendidikan ada sesorang guru menginginkan siswa yang dididik mengerti dan paham, serta maunya semua siswa mendapat nilai sempurna di dalam ujian sekolah. Kenyataanya berbeda dengan yang telah di cita-citakan, tidak sesuai dengan yang di rencanakan, banyak siswa yang tidak lulus, tidak mencapai target, banyak siswa yang remidi. Guru tersebut pusing dibuatnya, itu tidak terjadi di ujian akhir maupun di tengah semester, di ujian harian per bab, hasilnya sama, banyak nilai merah. Bahkan hanya 1 sampai 5 anak yang namanya berwarna putih. Itu masih belum apa-apa, ada guru yang tidak hanya pusing tujuh keliling, kepalanya hampir pecah memikirkan nilai dan kelakuan siswanya. Anak-anak yang namanya bewarna merah seharusnya berhak remidi, alias mengikuti ujian ulang, untuk memperbaiki nilainya. Seorang guru harus memahami arti dari berhak dan suatu keharusan. Nyatanya anak-anak sangat paham sekali dengan urusan yang satu ini, seharusnya pendidik tersebut bahagia, dan senang karena ilmu yang telah diturunkan berhasil diserap dengan baik. Tapi anehnya kok malah mengumpat, marah, emosi yang keluar. Masalahknya kan sepele, anak menggunakan haknya. Namun yang mereka pilih adalah berhak tidak ikut remidi. Itu yang membuat guru kesal. Tapi jangan dicap anak kurang ajar jika masalahnya hanya itu, diluar sana masih banyak yang lebih layak di beri cap kurang ajar.

Hanya saja kita harus paham kenapa anak tersebut tidak mau remidi, apakah ada sesuatu yang membuat anak itu tidak mau remidi?, apakah anak tersebut memang sudah menyerah sebelum perang?, atau lebih keren dinamakan rasa malas, apakah ada kesibukan lain yang lebih menyibukan sehingga tidak sempat remidi?, ataukah anak tersebut tidak suka dengan gurunya?, atau malah guru dan mata pelajaran yang diampu yang tidak mereka sukai?.


Wong gendeng
Surabya, 14 Desember 2018 

Jumat, 21 Juni 2019

SAMPAH PLASTIK

Sampah plastik

Hatiku sedih melihat semua ini
Bungkus plastik berserakan dimana-mana
Di lantai, di taman dan di pot bunga
Tak jarang juga di ruang kelas di dalam bangku
Aku ingat kata-kata seorang guru
Kalian yang menaruh sampah di dalam bangku
Bagaikan tikus membuat sarang
Apa kalian tidak malu
Seharusnya kalian tahu diri

Padahal jika sekolah dalam keadaan bersih
Nyamankan untuk belajar
Nyamankan untuk ditempati
Indahkan pemandanganya
Jadi betahkan kalian di sekolah

Apakah kalian tidak ingin sekolah yang bersih
Taman yang indah yang dapat menyejukan
Lantai yang bersih yang dapat dipakai duduk
Apa kalian tidak ingin itu semua

Belum terlambat untuk mengubah
Belum terlambat untuk memperbaiki
Ayo kita jaga sekolah kita dari sampah plastik
Ayo jadikan sekolah kita jadi sekolah paling bersih

Tukang kebun
Sidoarjo, 19 Oktober 2015

PENJASKES

Penjaskes
Kaulah pelajaran yang sangat hebat
Kau banyak mengajarkan banyak pelajaran
Dan membuatku mau berusaha

Materimu sangat menarik
Sangat menantang untuk dicoba
Mengajarkan kita kekuatan fisik
Juga agar kuat mental

Terimakasih penjaskes
Kau banyak memberiku banyak pelajaran
Karenamu aku mendapat pengalaman


Cut Ardelia
Surabaya, 28 Mei 2018

PTS PJOK 2019

22 September 2019. Soal PTS Semester Satu Matpel PJOK😎 2019 Jawablah dengan sadar dan sabar. Maka kamu kan temui hasil yang memuaskan!!!!...